Sabtu, 05 September 2009

Psoriasis dan Terapi Terkini

Psoriasis, penyakit inflamasi kulit yang bersifat kronis dan hilang timbul merupakan penyakit autoimun, di mana sel T, suatu sel kekebalan tubuh menjadi teraktivasi dan menghasilkan zat-zat mediator yang menyebabkan peradangan, proliferasi, dan diferesiansi abnormal sel-sel kulit. Gatal, perih, kulit serasa tertarik kencang, dan adanya perdarahan di kulit merupakan keluhan penyakit ini.

Bentuk Klinik Penyakit Psoriasis
Bentuk klinik penyakit psoriasis akan mempengaruhi pengobatan yang diberikan kepada pasien. Berikut merupakan bentuk kliniknya (utama):
  • Psoriasis gutata (erruptiva), merupakan psoriasis yang berdiameter kurang dari 1 cm. psoriasis dengan bentuk ini dapat sembuh secara spontan atau meluas menjadi psoriasis vulgaris.
  • Psoriasis vulgaris,tipe plak kronis, merupakan tipe psoriasis dengan diameter luka lebih dari 1 cm.
  • Psoriasis eritroderma, merupakan bentuk psoriasis yang merah dan luas. Umumnya terjadi gangguan regulasi suhu badan. Kehilangan cairan, dan kehilangan protein. Warna merah pada kulit disebabkan melebarnya pembuluh darah.
  • Psoriasis pustulosa, yaitu psoriasis yang berupa lenting kecil yang berisi nanah. Tipe psoriasis ini dapat terlokalisir maupun menyebar (generalisata).
  • Psoriasis artritis, yaitu psoriasis yang juga mempengaruhi sendi. Bentuk psoriasis ini perlu ditangani karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kecacatan dan meningkatkan peluang terjadinya jantung koroner.
Psoriasis dikatakan parah bila luas luka psoriasis lebih dari 10%, yaitu sepuluh telapak tangan penderita (satu telapak tangan penderita dihitung sebagai 1%). Penyakit ini dapat menyebabkan kualitas hidup terganggu. Psoriasis merupakan penyakit yang sangat unik. Penyakit ini bersifat progresif dan dinamis. Setelah pasien diberikan obat dengan jangka waktu tertentu, akan terjadi resistensi (kebal) pada obat tersebut. Sehingga perlu dilakukan penggantian obat. Selain itu, semakin lama penyakit akan semakin parah bila tidak ditangani.

Penyakit Penyerta Psoriasis

Dahulu, psoriasis hanya dinyatakan sebagai penyakit kulit dan tidak memiliki konsekuensi serius. Namun, saat ini, hal tersebut dipatahkan dengan adanya perkembangan keilmuan.

“Psoriasis bukan hanya penyakit kulit, penyakit ini dapat mempengaruhi tubuh bagian dalam,” tutur Prof. Dr. Benny Effendi Wiryadi SpKK, Guru besar Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Psoriasis melibatkan peradangan kulit bersifat kronis dan residif. Bila psoriasis dibiarkan berlangsung lama dan tidak diobati dapat menimbulkan sindrom metabolik yang mengancam jiwa. Gangguan kolesterol, jantung, kenaikan tekanan darah merupakan beberapa penyakit penyerta psoriasis. Penyakit psoriasis makin lama cenderung makin luas (parah). Selain itu penderita juga memiliki risiko tinggi mendapat penyakit jantung koroner (risiko menderita sindrom metabolik). Oleh sebab itulah, penyakit psoriasis harus ditangani.

Pengobatan Psoriasis
Dalam pengobatan psoriasis, obat yang semula efektif suau saat menjadi tidak efektif, sehingga selalu dicari dan dikembangkan obat baru. Perkembangan penemuan obat anti psoriasis dimulai sejak sebelum tahun 1950 dengan tar/UVB, kemudian pada tahun 1950-an dengan kortikosteroid, metotreksat. Kortikosteroid merupakan obat yang dianggap paling hebat pada masa itu. Kemudian di tahun 1960 dengan PUVA, yaitu menggunakan psoralen, sejenis bahan kimia sintetik yang diturunkan dari sitrun, kemudian tubuh disinar dengan ultra violet A. Pada tahun 1980-an pengobatan psoriasis menggunakan retinoid (atretinat, asitretin). Di tahun 1990-an digunakan siklosporin, kalsipotriol topical, tazaroten topical. Pada tahun 2000-an digunakan takrolimus, pimekrolimus, dan agen biologik, penemuan terkini pengobatan psoriasis, seperti etanercept.

“Sering terjadi, obat yang semula efektif suatu saat menjadi tidak efektif dan pasien memerlukan obat baru.” Papar Prof Benny.

Pengobatan psoriasis tergantung pada bentuk klinis, luas/ keparahan penyakit, dan lokasi luka (apakah di kepala, wajah, telapak tangan, kaki, atau genitalia). Belum ada obat yg menyembuhkan psoriasis, jika ada hanya bersifat sementara.

“Penyakit bisa kambuh, obat hanya menghilangkan gejala. Jadi bisa dikatakan bersih dengan sementara” jelas Prof Benny. ”Bisa terjadi remisi, sembuh, namun dapat kambuh lagi. Sehingga perlu terapi pemeliharaan” lanjutnya.

Penatalaksanaan
  • Foto/Fotokemoterapi; dapat menggunakan bantuan sinar matahari, menggunakan sinar UVB (narrow band), PUVA
  • Pengobatan topikal: menggunakan preparat tar, antralin, analog vitamin D3, kortikosteroid, retinoid topikal, dan makrolaktam topikal
  • Pengobatan sistemik: menggunakan metotreksat, golongan retinoid, siklosporin, glukokortikoid sistemik, dan agen biologik

Terapi Biologik
Yaitu terapi yang menggunakan protein (agen biologic) dalam bentuk antibody monoclonal, protein fusi, sitokin rekombinan yang bekerja selektif pada elemen spesifik system imun.

4 strategi pengobatan menggunakan agen biologik:
  • Menghilangkan sel T yang patogen. Orang dengan psoriasis memiliki sel T yang sangat aktif dan patogenik, yaitu set T tidak normal dan bersifat menimbulkan penyakit. Sel T ini berjumlah banyak dan mengeluarkan bahan yang membuat kulit memerah, tebal, dan merangsang sel cepat membelah diri.
  • Menghambat aktivasi sel T.
  • Mengubah keseimbangan sitokin.
  • Menghambat sitokin.
Keunggulan pengobatan menggunakan agen biologik, yaitu tidak mempengaruhi sel-sel normal. Hanya mempengaruhi sel-sel patogen, contohnya yaitu etarnecept (anti TNF alfa). Dalam penggunaan terapi biologik, remisi (kesembuhan sementara) dapat bertahan panjang. Setelah beberapa bulan, obat digunakan kembali. Dengan pengobatan, khususnya pengobatan biologik, risiko keparahan penyakit semakin berkurang, dan menekan gejala penyakit sehingga tidak mengganggu kualitas hidup penderita.
- 8 Juli 2009

Sumber :
Enny Sophia-medicastore.com
6 September 2009


Kontrol Psoriasis dengan Terapi Biologis

Pasien psoriasis begitu akrab dengan obat. Padahal, selama ini, pengobatan itu belum ada yang membawa pada kesembuhan. Dari pengobatan oles, penyinaran, obat telan, hingga yang teranyar terapi biologis. Semua terapi itu cuma menekan efek buruk dari penyakit peradangan pada kulit tersebut. Paling umum memperbaiki kondisi kulit dan mengurangi rasa gatal. Namun, untuk mempertahankan kondisi dan mengontrol munculnya komplikasi, obat tidak bisa dilepaskan.

Guru besar Departemen Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Profesor Benny Effendy Wiryadi SpKK (K), menyebutkan penekanannya dalam kasus psoriasis bagaimana obat membuat kualitas hidup mereka menjadi lebih baik. Ia menjelaskan, obat-obat yang tersedia memang bukan menyembuhkan, melainkan mengontrol psoriasis sehingga bisa mengalami remisi lebih lama.

"Remisi pada penderita psoriasis itu bergantung pada pengobatan apa yang dipakainya," kata Benny pada media edukasi mengenai psoriasis di Hotel Sahid Jakarta beberapa waktu lalu. Saat presentasi, ia memaparkan bahwa pengobatan itu bergantung pada bentuk klinis, luas keparahan penyakit, dan lokasi lesi--keadaan jaringan yang abnormal pada tubuh--penderita.

Biasanya pilihan pertama berupa pengobatan topikal atau oles. Namun, harus dilakukan berulang kali dilakukan agar bekerja efektif. Benny mengakui semua obat luar (salep oles) cepat menyembuhkan, tapi mudah juga memicu kekambuhan. "Remisinya pendek," ujarnya. Tidak cuma itu, pengobatan ini juga kerap meninggalkan bekas pada kulit. Juga butuh waktu lama apabila peradangannya sangat banyak pada tubuh. Pada pasien kategori ringan, terapi ini cukup efektif mengontrol gejala psoriasis.

Terapi berikutnya menggunakan penyinaran (fototerapi). Pasien dengan kondisi peradangan luas adalah kandidat pengguna terapi ini. Dilakukan dengan bantuan sinar ultraviolet (UVB). Umumnya berefek terapetik yang baik pada penderita. Jadi, kalau bicara remisi, menurut Benny, yang paling panjang memang fototerapi. Sayangnya, sinar UVB itu, seperti diketahui, memiliki efek samping yang berbahaya.

Profesor kelahiran Jakarta ini mengatakan semakin panjang pengobatan dengan sinar UVB tersebut, pasien pun memiliki peluang terkena kanker kulit di kemudian hari. Karena itu, jenis terapi ini ada batasnya, meski Benny mengakui bahwa sampai saat ini belum ada laporan adanya pasien psoriasis yang terkena kanker kulit setelah menahun menggunakan fototerapi. "Tetapi kita tidak tahu jika orang disinar sekarang, 30 tahun kemudian keadaannya bagaimana."

Kemudian, ada obat sistemik (oral) yang dilakukan bila pengobatan secara topikal tidak memberi hasil. Terapi ini ditujukan kepada pasien psoriasis dengan kategori sedang. Sayangnya, terapi ini membuat si penderita tergantung pada obat. Ditambah efek samping yang berbahaya bagi tubuh si penderita. Namun, obat sistemik memiliki efek remisi cukup panjang. Remisinya bisa bertahan sampai setengah tahun hingga satu tahun. Namun, begitu obat dihentikan, deritanya kambuh lagi.

Yang teranyar adalah terapi biologis, yakni dengan injeksi. Terapi ini ditujukan bagi pasien psoriasis berat yang tidak merespons terapi sistemik atau terapi lain. Menurut ayah beranak dua itu, efek biologis bekerja selektif pada elemen spesifik sistem imun dalam tubuh penderita. Mereka menghambat aktivitas sel-sel kekebalan tertentu yang berperan dalam penyakit psoriasis.

Strategi dasar dari terapi ini adalah menghilangkan sel T patogenik, menghambat aktivasi selnya dan mengubah keseimbangan sitokin. Seperti diketahui, psoriasis adalah penyakit autoimun ketika sel T--sel kekebalan dalam tubuh--teraktivasi dan menghasilkan zat-zat mediator yang menyebabkan peradangan pada kulit.

Keuntungan dari terapi ini adalah efek sampingnya yang minim terhadap organ lain. Pasien pun tidak perlu saban hari minum obat. "Kalau dengan fototerapi, bisa hampir setiap hari," ujar Benny. Adapun remisi terapi ini bisa bertahan dua bulan hingga lebih, bahkan bisa sampai setengah tahun. Biologis dikatakan aman karena kerjanya yang selektif. Tetapi, Benny mengingatkan, sampai kini belum tahu efek jangka panjangnya.

Di Indonesia, belum ada data pasti jumlah penderita psoriasis. Menurut Benny, kalau ada belum tentu akurat. Meski begitu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo pasiennya mencapai 0,9 persen dari pasien baru yang berobat. Yang jelas, dari tahun ke tahun ada kecenderungan meningkat. Dibanding di luar negeri, penderita psoriasis di Indonesia relatif masih rendah. "Di sana angka kejadiannya mencapai 1 hingga 3 persen."

Penyakit ini sebenarnya dibedakan dua kelompok. Pasien berusia sebelum 40 tahun dan pasien di atas 40 tahun. Pasien yang di bawah 40 dari sejumlah literatur tercatat bahwa perjalanan penyakit psoriasisnya akan parah. Mereka berisiko tinggi terkena penyakit metabolis. Sedangkan pasien di atas 40 tahun biasanya jarang yang terkena psoriasis berkategori parah.

Menurut Benny, pasien psoriasis berusia muda kelainan genetiknya lebih banyak. Gen-gen yang abnormal ditemukan bisa mencapai 60 persen. Jadi kemungkinan anaknya terkena psoriasis lebih besar. Seperti diketahui kelainan genetik itu bisa diturunkan. "Orang yang membawa kelainan genetik ini sebaiknya cepat ditangani," Benny mengingatkan.

Pada dasarnya, semua orang berisiko menderita psoriasis. Psoriasis lebih banyak menyerang orang kulit putih. Di dunia ini, penyakit tersebut paling jarang ditemukan pada suku Eskimo. Sebab, mereka banyak memakan ikan salmon yang mengandung omega 3. Kandungan ini bagus untuk melawan peradangan. Yang jelas, psoriasis bukan penyakit infeksi dan tidak menular. Hanya psoriasis yang ditemukan pada penderita HIV/AIDS yang bisa menular. "Menularnya karena HIV," ujar Benny.

Pengobatan Ditentukan
1. Tipe psoriasis
2. Lokasinya di tubuh
3. Tingkat keparahan
4. Umur pasien dan sejarah medis
5. Respons pasien terhadap terapi sebelumnya
6. Jenis pengobatan psoriasis

- 11 Agustus 2009

Sumber :

Heru Triyono

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesehatan/2009/08/11/brk,20090811-191919,id.html

6 September 2009

Enam Manfaat Terapi Uap

TERAPI uap (steam therapy) telah lama dikenal dalam sistem pengobatan tradisional untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan serta kecantikan. Terapi uap ini bisa dilakukan di rumah atau bahkan di klinik dokter hingga salon kecantikan dan dinyatakan efektif untuk mengatasi berbagai kondisi termasuk depresi ringan, kelelahan kronis, ketergantunagan nikotin, hipertensi, rasa sakit kronis, gangguan pernafasan, dan penyakit kardiovaskular. Tidak hanya berdasarkan testimoni semata, terapi uap ini juga dinyatakan efektif berdasarkan studi ilmiah. Berikut beberapa manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dengan melakukan terapi uap.

1. Sinusitis

Sebuah studi terbaru dari Southampton University menemukan, sebuah handuk dan sebaskom air panas beruap lebih efektif mengatasi sinusitis dibandingkan obat. Dalam studi ini, 300 pasien yang biasa menggunakan antibiotik untuk mengatasi gejala-gejala diminta menghirup uap. Hasil studi menemukan, uap panas efektif melonggarkan saluran pernafasan sehingga memperbaiki pernafasan dan aliran mucus.

Sebelumnya, The American Academy of Allergy, Asthma and Immunology (AAAAI) dan the American College of Allergy, Asthma and Immunology telah merekomendasikan mandi uap bagi penderita sinusitis. Mandi uap dinyatakan efektif membuat pasien sinusitis merasa jauh lebih nyaman.

2. Tidur nyenyak

Terapi uap terbukti efektif membuat orang tidur lebih mudah dan meningkatkan durasi siklus REM (tahapan tidur dimana sebagian besar mimpi yang bisa diingat terjadi). Para dokter biasanya menganjurkan penggunaan uap sebagai pengganti obat tidur.

3. Relaksasi

Terapi uap dinyatakan efektif meredakan kecemasan. Dengan meredakan kecemasan, maka segala gangguan yang berkaitan seperti stres juga akan ikut menurun. Uap akan membuat Anda relaks. Hasil studi menunjukkan, mereka yang menikmati terapi uap selama 10-15 menit merasa lebih nyaman dan relaks.

4. Flu biasa


Sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of Otolaryngology menemukan, menghirup uap efektif meredakan gejala-gejala flu dan memperlancar saluran pernafasan. Bahkan sebelum studi dilakukan, terapi uap telah lama digunakan untuk meredakan gejala-gejala flu. Terapi uap untuk flu juga dikenal dengan sebutan fisioterapi nebulizer dan sangat pas jika dilakukan untuk penderita asma.

5. Detoksifikasi

Panas akan mempercepat proses kimia di dalam tubuh. Dan terapi uap merupakan salah satu pilihan yang paling mudah dan sederhana untuk mengeluarkan racun-racun yang menumpuk di dalam tubuh. Saat pori-pori terbuka dan jutaan kelenjar keringat mulai mengeluarkan keringat, maka tubuh juga akan mengeluarkan sampah-sampah sisa metabolisme.

6. Memperlancar aliran darah

Terapi uap berfungsi memperlancar aliran darah. Hal ini sekaligus akan memperlanncar suplai nutrisi ke seluruh tubuh. Selama proses mandi uap, aliran darah ke kulit meningkat dari 5-10% menjadi 50-70%. Peningkatan aliran darah ini sekaligus membawa nutrisi penting ke kulit dan jaringan, menstimulasi aktivitas selular dan pertumbuhan sel-sel. (OL-08) - 25 Agustus 2009

Sumber :
Ikarowina Tarigan
6 September 2009

Terapi Kognitif-Behavioral

erapi Kognitif-Behavioral (TKB) atau Cognitive-Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk konseling yang bertujuan membantu klien agar dapat menjadi lebih sehat, memperoleh pengalaman yang memuaskan, dan dapat memenuhi gaya hidup tertentu, dengan cara memodifikasi pola pikir dan perilaku tertentu. Pendekatan kognitif berusaha memfokuskan untuk menempatkan suatu pikiran, keyakinan, atau bentuk pembicaraan diri (self talk) terhadap orang lain (misalnya, hidup saya sengsara sehingga sulit untuk dapat menentukan tujuan hidup saya). Selain itu, terapi juga memfokuskan pada upaya membelajarkan klien agar dapat memiliki cara berpikir yang lebih positif dalam berbagai peristiwa kehidupan dan tidak hanya sekedar berupaya mengatasi penyakit atau gangguan yang sedang dialaminya.. Dengan kata lain, konseling kognitif memfokuskan pada kegiatan mengelola dan memonitor pola fikir klien sehingga dapat mengurangi pikiran negatif dan mengubah isi pikiran agar dapat siperoleh emosi yang lebih positif. Sedangkan Konseling Behavioral memfokuskan pada kegiatan (tindakan) yang dilakukan klien, menentukan bentuk imbalan (rewards) yang dapat mendorong klien untuk melakukan tindakan tertentu, pemberian konsekuensi yang tidak menyenangkan, guna mencegah klien melakukan tindakan yang tidak dikehendaki.

Sejarah Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) dapat dilacak dari awal para perintis psikologi, kecuali untuk konseling kognitif. Apa yang dipraktikkan sekarang ini sesungguhnya telah dikembangkan sejak tahun 50-an dan 60-an. Memasuki tahun 70-an, para pemikir dan praktisi aliran kognitif dan perilaku (behavioral) berusaha menggabungkan kedua pendekatan tersebut sehingga menghasilkan Konseling Kognitif-Behavioral. Sejak tahun 80-an hingga sekarang ini, Konseling Kognitif-Behavioral telah berkembang dan memiliki daya tarik tersendiri karena telah terbukti efektivitasnya dan mampu memberikan pelayanan dalam waktu yang lebih singkat, dibandingkan dengan psikoanalisis atau psikoterapi tradisional lainnya.

Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) dapat digunakan dalam rangka membantu menangani berbagai masalah yang dihadapi individu: seperti : depresi, kecemasan dan gangguan panik, atau dalam menghadapi peristiwa hidup lainnya, seperti: kematian, perceraian, kecacatan, pengangguran, masalah yang berhubungan dengan anak-anak dan stres.

Dalam Terapi Kognitif-Behavioral (TKB), konselor dan klien bekerjasama untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang menyebabkan timbulnya gangguan fisik-emosional. Fokus dalam terapi ini adalah berusaha mengubah pikiran atau pembicaraan diri (self talk).

Proses Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) membantu klien dalam mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan spesifik dari apa yang dia pikirkan dan menyebabkan timbulnya perasaan negatif dan menyakitkan. Setiap bentuk pemikiran yang menyimpang klien ini dapat mempengaruhi tingkat emosi dan perilakunya.

Dalam memperlakukan orang yang mengalami kesulitan psikologis, titik yang paling efektif untuk dilakukan intervensi adalah pada tingkat pikiran yang menimbulkan rasa sakit tersebut. Jika proses berpikirnya dapat berhasil dirubah, (misalnya asumsi, keyakinan, nilai-nilai), maka dengan sendirinya perubahan dalam emosi dan perilaku akan mengikutinya.

Berbagai teknik dan strategi behavioral therapy dapat digunakan untuk meningkatkan hasil perawatan (misalnya, teknik mengelola kemarahan, meditasi, latihan relaksasi, dan assertive training, dan sebagainya). Tidak seperti proses konseling tradisional umumya, Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) lebih memfokuskan pada hasil dan tujuan, termasuk didalamnya adalah hasil jangka pendek (segera) dari proses konseling yang sedang berjalan, yaitu tercapainya pengalaman positif klien yang relatif cepat dengan adanya kemajuan perasaan yang lebih lega dan daya tahan.

Berdasarkan hasil studi beberapa dekade belakangan ini, telah membuktikan bahwa Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) merupakan sebuah model sederhana yang sukses dan ampuh sebagai salah bentuk treatment psikologis. Saat ini Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) telah banyak diterapkan oleh para profesional di seluruh Amerika Serikat dan secara internasional.

“Jenis konseling ini adalah yang paling efektif dalam berurusan dengan individu-individu yang cerdas, rasional dan berkeinginan untuk memiliki gairah dan kenikmatan dalam hidup mereka” demikian menurut Beth Horwin, LPC, berdasarkan pengalamannya sebagai seorang therapist.

Terapi Kognitif-Behavioral (TKB) merupakan proses terapi yang mengambil banyak bentuk, sedikitnya terdapat 60 variasi. Secara ringkas, Beth Horwin mengemukakan proses konseling kognitif- behavioral ini, sebagai berikut:

  • Membantu klien dalam mengenali, menganalisis dan mengelola keyakinannya.
  • Membiarkan klien bersandar pada memorinya, dan berusaha untuk memvalidasimya.
  • Menempatkan dan menitikberatkan pada keyakinan klien, tentang siapa dirinya dan apa tujuan hidup dia di dunia ini
  • Menjaga fokus pada upaya meningkatkan “kepuasan hidup secara menyeluruh”, bukan pada upaya penurunan emosi yang negatif
  • Membelajarkan dan mendidik yakni memberikan kesempatan kepada klien untuk memeriksa/memguji kembali apa yang telah diucapkannya dengan kenyataan dirinya.
  • Mengidentifikasi dan berbagai keterampilan praktis (misalnya, tentang penetapan tujuan dan pemecahan masalah).
  • Melanjutkan untuk melakukan pekerjaan ini untuk waktu jangka panjang, setelah proses konseling selesai.

*** Terjemahan bebas dari tulisan: Beth Horwin, LPC, A Perspective on Cognitive Behavioral Therapy.

Sumber :

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2009/09/05/terapi-kognitif-behavioral/

5 September 2009

Terapi Leukemia, dari Kemoterapi Hingga Era Stem Cell Therapy

Leukemia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. Sebagian besar pasien leukemia menjalani kemoterapi yaitu jenis pengobatan dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel-sel leukemia.Tergantung pada jenis leukemia, pasien bisa mendapatkan satu atau kombinasi dari dua obat atau lebih. Pada jenis penyakit leukemia tertentu dilakukan terapi biologi untuk meningkatkan daya tahan alami tubuh terhadap kanker. Terapi ini diberikan melalui suntikan di dalam pembuluh darah balik. Bagi pasien dengan leukemia limfositik kronis, menggunakan terapi biologi jenis antibodi monoklonal yang akan mengikatkan diri pada sel-sel leukemia. Terapi ini memungkinkan sistem kekebalan untuk membunuh sel-sel leukemia di dalam darah dan sumsum tulang. Bagi penderita dengan leukemia myeloid kronis, terapi biologi yang digunakan adalah bahan alami bernama interferon untuk memperlambat pertumbuhan sel-sel leukemia. Jalan terapi selanjutnya dapat dilakukan melalui radioterapi dengan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Sebuah mesin besar mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian lain dalam tubuh tempat menumpuknya sel-sel leukemia ini. Beberapa pasien mendapatkan radiasi yang diarahkan ke seluruh tubuh. Iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum transplantasi sumsum tulang.

Terobosan terbaru adalah transplantasi sel induk / sel tunas (stem cell). Contoh penggunaan terapi stem cell yang sudah sering didengar adalah tranplantasi sumsum tulang untuk penderita keganasan hematologis seperti leukemia maupun kelainan genetik seperti thalassemia. Kesulitan cara ini adalah pemenuhan syarat mutlak kecocokan HLA (Human Leucocyte Antigent) 100% antara donor dan resipien (penerima). Di samping stem cell dari sumsum tulang, diusahakan pula stem cell dari darah tepi dengan teknik penyaringan tertentu.

Sumber utama stem cell dalam tubuh tampaknya bukan sumsum tulang, melainkan cairan ari-ari (umbilical cord blood). Perkembangan sumber stem cell mencapai ke arah yang lebih baik yaitu dari darah tali pusat. Stem cell dari darah tali pusat cenderung lebih baik, karena lebih “murni” dari perubahan ciri genetik daripada setelah tumbuh dewasa. Perubahan genetik tersebut bisa terjadi oleh pengaruh infeksi ataupun faktor lingkungan (misalnya radiasi). Sel tunas pada ari-ari lebih segar, lebih plastis, dan lebih aktif ketimbang sel tunas dari sumber lain. Meskipun demikian, sel terbaik untuk dijadikan sumber stem cell adalah sel embrionik manusia, yang muncul pada embrio bayi yang berumur sekitar 7 hari. Sel ini merupakan sel-sel blastosit yang paling gesit. Namun, sampai saat ini, pengambilan sel tunas dari sumber ini masih menjadi kontroversi karena hal tersebut sama dengan membunuh sang janin.

Pada umumnya, Stem cell terletak di area tersembunyi yang kurang oksigen pada sumsum tulang. Sel-sel ini muncul ketika tubuh mengalami luka, menuju ke dalam sel otak ketika terjadi stroke, menyelinap ke sel darah merah ketika nyeri akibat leukemia muncul, dan seterusnya. Salah satu kelebihan sel tunas ini yaitu meski disuntik ke berbagai pembuluh darah, ia tak pernah lupa jalan pulang ke sel awalnya (sel yang mengalami cedera). Darah tali pusat juga belum mengandung sel-sel imun yang relatif matur, sehingga reaksi penolakan imunologis lebih rendah. Dengan demikian, darah tali pusat bisa ditransplantasikan ke pasien lain tanpa harus mendapatkan kecocokan HLA 100%.Kecocokan sekitar 60% sudah mampu mencegah reaksi penolakan. Dalam perkembangannya, tentu bukan hanya penyakit darah yang diharapkan bisa diatasi dengan terapi stem cell.

Pengobatan stem cell dilakukan dengan menyuntikkan sel tunas ke dalam sel yang rusak di organ tubuh. Pasien akan mendapatkan stem cell yang sehat melalui tabung fleksibel yang dipasang di pembuluh darah balik besar di daerah dada atau leher. Sel-sel darah yang baru akan tumbuh dari stem cell hasil transplantasi ini. Setelah transplantasi sel induk, pasien biasanya harus menginap di rumah sakit selama beberapa minggu. Tim kesehatan akan melindungi pasien dari infeksi sampai sel-sel induk (stem cell) hasil transplantasi mulai menghasilkan sel-sel darah putih dalam jumlah yang memadai. [ITA] - 25 Mei 2009

Sumber :

http://piogama.ugm.ac.id/index.php/2009/05/terapi-leukemia/

6 September 2009

Terapi Musik Mempercepat Pemulihan Stroke

STROKE sering mengakibatkan gangguan berbicara dan ingatan. Bagaiman cara membantu pemulihan? Anda bisa mencoba terapi musik yang telah digunakan secara luas. Penggunaan terapi musik ini, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Brain Journal of Neurology, memiliki efek pemulihan yang lebih signifikan dibandingkan dengan terapi bahasa atau tanpa terapi alternatif.

Studi yang dilakukan para peneliti dari Oxford University ini menunjukkan bahwa musik sangat efektif menyalakan kembali semangat pasien, efektif mempercepat pemulihan kemampuan berbicara sekaligus daya mengingat pasien.

Dikabarkan, setelah enam bulan menjalani terapi musik, kemampuan memori verbal pasien meningkat hingga 60% dan ingatan meningkat hingga 17%. Perbaikan ini jauh lebih tinggi dibandingkan pasien yang hanya mendengarkan suara audio atau pasien yang tidak melakukan apa-apa. Selain itu, pasien yang mendengarkan musik juga lebih gembira dan tidak linglung dibandingkan dengan kelompok pasien yang tidak menjalani terapi musik.

Padukan melodi

Selama menjalani proses terapi, terapis akan menggunakan musik sebagai alat. Pasien akan diminta untuk menyanyikan sebuah lagu untuk mempercepat pemulihan kemampuan berbicara. Dengan memasukkan kata-kata ke dalam melodi yang akrab di telinga, pasien akan lebih mudah membentuk kata dan frase. selain itu, terapis juga akan menggunakan irama dan mengajak pasien bertepukan tangan untuk membantu pemulihan kontrol gerakan dan otot pasien.

Para pakar kesehatan meyakini bahwa kombinasi musik dan lirik bisa menciptakan hubungan yang akan membantu menemukan kembali hal yang hilang dari bagian otak lainnya.

Kapan sebaiknya memulai terapi musik? Menurut pakar kesehatan, terapi musik harus dimulai sejak dini, setelah pasien melewati masa akut. Selama periode ini, otak mengalami banyak perubahan berkaitan dengan gerakan, memori dan kemampuan berbicara yang bisa diperbaiki dengan stimulasi.

Untungnya lagi, terapi musik bisa dengan mudah ditambahkan ke dalam rutinitas sehari-hari pasien. Musik ada dimana-mana. Jadi, dengan panduan yang tepat, pasien bisa mengobati diri sendiri atau dibantu oleh keluarga di luar rumah sakit. Selain itu, pasein juga bisa mempertahankan pemulihan berkelanjutan dan melakukan rutinitas memadukan stimulasi otak yang sehat.

Meskipun pasien sedang menjalani terapi standar medis, pasien tetap bisa mendapatkan manfaat dari terapi musik. Selain itu, ini merupakan terapi yang relatif murah dan bisa diperoleh dengan mudah. Saat memilih musik, pilihlah musik yang telah dikenal pasein. Memutar sesuatu yang sudah dikenal akan meningkatkan keberhasilan terapi serta meningkatkan perkembangan memori.

Jika memungkinkan, biarkan pasien memilih sendiri musik yang dia suka. Ini bisa menjadi indikasi dari kondisi pikiran pasien. Selain itu, keterbiasaan terhadap musik seringkali menjadi kunci penyimpanan memori. Memilih musik yang menstimulasi otak untuk menggali ingatan merupakan teknik yang digunakan dalam terapi musik untuk memulihkan kemampuan bicara dan ingatan yang hilang. Untuk melatih otot dan gerakan, bisa juga dipadukan dengan penggunaan irama, bertepuk tangan atau menggunakan alat musik drum. (OL-08) - 18 Agustus 2009

Sumber :
Ikarowina Tarigan
6 September 2009

Terapi Jus & Diet

Gampang lelah atau hilang tenaga bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti ketegangan hidup atau terganggunya emosi si penderita. Dari segi gizi, rasa gampang lelah bisa dipicu oleh kurangnya zat-zat organik di dalam makanan untuk memenuhi kebutuhan energi.

Gampang lelah adalah salah satu pertanda adanya penyakit. Kemungkinan disebabkan oleh banyaknya jaringan-jaringan sel yang sudah rusak, serta banyaknya sisa-sisa makanan yang tertumpuk di dalam tubuh.

Apabila tidak dibersihkan dengan cara three day cleansing, sisa-sisa makanan menjadi makanan empuk bakteri yang mengakibatkan dirongrongnya kesehatan seseorang.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Siang: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

Malam: Wortel 1 gelas

Catatan: Di antara penggunaan resep-resep ini boleh minum sari wortel sedikitnya dua kali sehari

  • Demam

Demam merupakan cara tubuh menghalangi bertambahnya kuman-kuman di dalam tubuh serta menambah daya tahan tubuh. Jadi sebenarnya, demam adalah mekanisme untuk melawan kuman-kuman. Karenanya, jangan terlalu pusing dengan demam biasa asalkan tidak terlalu tinggi.

Dari aspek lain, demam timbul karena adanya pembakaran dan pembersihan sisa-sisa kotoran di dalam tubuh itu. Sebenarnya, jika tidak ada ampas yang berlebihan di dalam tubuh serta kebutuhan sel-sel terpenuhi, demam tidak akan muncul. Penderita demam akan segera merasa lega jika tubuhnya dibersihkan dengan cara berpuasa atau mengikuti program three day cleansing.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, lettuce ½ gelas

Siang: Jeruk lemon ½ gelas

Malam: Jeruk manis 1 gelas

Catatan: Di antara penggunaan resep-resep di atas si penderita dianjurkan banyak minum air putih dan sedikitnya minum sari wortel dua kali sehari (1 gelas setiap kali minum).

  • Penyakit Kandung Empedu dan Batu Empedu

Batu empedu dan batu-batu lainnya bisa terjadi karena menumpuknya kalsium anorganik dan bahan-bahan anorganik lainnya di dalam kandung empedu yang tidak dapat diasimilasikan.

Jenis-jenis tepung roti dan nasi adalah contoh zat-zat yang mengandung kalsium anorganik itu. Makanan-makanan seperti itu menyebabkan munculnya batu di dalam empedu. Kandungan empedu sangat perlu dijaga agar hati dapat berfungsi dengan baik.

Selain mengurangi makanan di atas, hindarilah makanan berlemak dan mengandung berkolesterol tinggi, seperti daging dan telur. Sari buah jeruk lemon tanpa gula dan garam dicampur dengan satu gelas air panas, tiga atau empat kali sehari dapat memecahkan batu-batu di dalam kandung empedu. Bahkan minum sari buah semangka (bagian putihnya yang terletak di antara dagingnya yang merah dan kulit luarnya) sangat menolong penderita penyakit ini. Selain resep di atas, bisa juga dicoba resep-resep berikut ini.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

Siang: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Sore: Wortel 1 gelas, celery ½ gelas, peterseli ¼ gelas

Malam: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, kelapa ¼ gelas

  • Radang Lambung (Gastritis)

Radang lambung adalah peradangan yang akut pada selaput lendir lambung. Penyakit ini timbul karena makan makanan yang tidak menyehatkan dalam waktu yang agak lama. Penyebab radang lambung, antara lain makanan berminyak atau yang digoreng, makan terlalu banyak, makan tergesa-gesa, minum banyak air ketika makan, waktu makan yang tidak teratur, bumbu-bumbu yang berlebihan, merokok, dan minum minuman keras. Makanan segar yang diparut, atau dipotong-potong dengan halus akan menolong menghindari radang lambung.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Siang: Bayam ½ gelas

Malam: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

  • Kencing Nanah (Gonorrhea)

Penyakit kencing nanah adalah jenis penyakit kelamin yang sering ditularkan melalui hubungan seks. Penyakit itu disebabkan oleh sejenis kuman kecil berbentuk kopi yang disebut dengan gonococcus. Dalam keadaan tertentu, penyakit itu mungkin juga terjangkit dari tangan kotor, pakaian kotor, tempat duduk, kamar kecil, bahkan air mandi. Maka walaupun biasanya penyakit ini timbul di sekitar alat kelamin, bisa juga terjangkit ke mata.

Perasaan terbakar ketika buang air kecil merupakan gejala awal penyakit ini. Pada kaum pria, ujung penisnya akan berwarna merah dan bengkak, sedangkan pada kaum wanita, kelenjar di sekeliling lubang menuju liang vaginanya terasa panas dan bengkak. Pengeluaran lendir yang lama biasanya terjadi pada laki-laki dan wanita.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Siang: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

Sore: Wortel 1 gelas, selery ½ gelas, peterseli ¼ gelas

Malam: Bayam ½ galas

  • Encok

Penyakit encok adalah terjadinya peradangan pada sendi-sendi tulang yang dipicu oleh makanan dan minuman keras. Penyakit ini hampir sama dengan rematik. Makanan vegetarian adalah yang terbaik untuk penderita encok.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Siang: Wortel 1 gelas, celery ½ gelas, bayam 1/3 gelas

Sore: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

Malam: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, kelapa ¼ gelas

  • Rambut Rontok

Rontoknya rambut bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya klor dan silikon di dalam makanan atau karena keturunan. Meskipun demikian, dengan banyak makan lettuce, paprika, celery, dan bayam yang semuanya mentah akan membantu pertumbuhan rambut. Sebagai tambahan sayuran tersebut, resep berikut ini juga bisa dipraktikkan.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, lettuce ½ gelas, rumput gajah atau peterseli 1/3 gelas

Sore: Wortel 1 gelas, rumput gajah 1/3 gelas

  • Napas Bau (Holitosis)

Halitosis biasanya disebabkan oleh bersihnya mulut. Apabila mulut tidak dibersihkan setiap habis makan atau gigi tidak disikat dengan teratur, sisa makanan akan tertumpuk di sela-sela gigi dan di sela-sela selaput mulut yang akhirnya menutupi lidah. Akibat bakteri, sisa-sisa makanan itu membusuk dan berbau.

Di samping itu, penyakit paru seperti bronkhitis, paru bernanah, dan kanker paru juga dapat menyebabkan napas bau. Napas bau juga bisa terjadi karena pencernaan yang kurang beres dan adanya gangguan emosi, seperti rasa khawatir atau gelisah.

Resep Jus:

Minum 1 gelas jus wortel dan ½ gelas jus bayam tiga kali sehari. Disamping itu perlu melakukan pembersihan tubuh dengan program three day cleansing.

  • Demam Alergi

Hay fever adalah salah satu bentuk dari rhinitis allergica yang terjadi pada waktu tertentu. Dalam banyak hal penyakit ini timbul karena adanya serbuk atau jamur di udara. Penyakit seperti ini bisa berubah menjadi asma, bahkan keduanya berkaitan satu sama lain karena keduanya disebabkan oleh kepekaan terhadap sejenis protein tertentu.

Gejala hay fever tidak berbeda dengan gejala pilek biasa, tetapi lebih banyak mengalami bersin, pening, rasa sakit, loyo, mata berair dan merah, perih, rongga hidung merah, dan membengkak. Demam seperti ini biasanya lebih lama daripada pilek biasa. Penyakit ini cenderung dialami oleh seseorang yang banyak minum susu, makanan bertepung, dan makanan lain sejenisnya.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Siang: Lobak dan batangnya ½ gelas

Sore: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

Malam: Wortel 1 gelas, celery ½ gelas, peterseli ¼ gelas

Sebelum tidur minum ½ gelas sari daun pegagan

  • Sakit Kepala

Sakit kepala sering dikeluhkan banyak orang. Rasa sakit kepala ini sering muncul dan hilang seketika, tetapi sering juga lama dan kambuh kembali. Sebenarnya rasa sakit kepala ini adalah kerena di dalam tubuh terdapat banyak kotoran yang perlu dibersihkan. Jadi rasa sakit kepala ini adalah reaksi dari tubuh agar si penderita membersihkan tubuhnya dari sisa-sisa makanan yang telah tertumpuk di dalamnya.

Resep Jus:

Pagi: Wortel 1 gelas, bayam ½ gelas

Siang: Wortel 1 gelas, celery ½ gels, bayam 1/3 gelas

Malam: Wortel 1 gelas, beet 1/3 gelas, mentimun 1/3 gelas

Sebelum tidur minum ½ gelas sari daun pegagan

Sumber:

Nainggolan, Dr. R. A. 2006. Sehat Alami Terapi Jus & Diet. Jakarta: AgroMedia, dalam :

http://carahidup.um.ac.id/?p=27

6 September 2009